Guys do gossiping too!!

Bam Margera, seorang aktor di film Jackass menceritakan pengalamannya bercinta dengan Jessica Simpson kepada Howard Stern saat tampil di The Howard Stern Show. Selang beberapa minggu, Nick Carter (personil Backstreet Boys) pun tak kalah serunya mengumbar kisah ‘panas’ nya bersama The Drama Queen, Paris Hilton.

Jika para pria bisa selancar itu merangkai kata-kata sampai lebih dari setengah jam, apakah ini sekadar kehebatan dari seorang Howard yang mampu ‘mengorek’ rahasia mereka atau memang para pria yang mulai senang bergosip? Tapi, bukankah alasan yang kedua itu dianggap sebagai kegiatan yang pantang dilakukan para pria?

Beberapa ahli mengatakan bahwa perilaku pria yang gemar mengumbar sana-sini muncul karena ulah wanita juga. Kaum Hawa begitu penasaran ingin tahu apa yang tersimpan di dalam benak para pria. Bertahun-tahun mereka meluncurkan beragam taktik agar lawan jenisnya ini mau lebih terbuka. Sampai akhirnya para pria ini benar-benar ‘menyerap’ apa yang wanita inginkan. Ditambah lagi, menjamurnya tayangan reality show di TV yang menampung curahan hati para pria maupn wanita. “Perilaku pria yang kerap bergosip tentang hubungan cintanya sudah bisa diterima di lingkungan sosial,” kata Alon Gratch, penulis buku If Men Could Talk: Translating The Secret Language Of Men. Dan, terima kasih juga pada dunia internet! Lewat media maya ini, mulai dari orang terkenal hingga orang biasa dapat menyalurkan hasrat mereka untuk ‘bercerita’ seputar kehidupan pribadinya. Sama seperti yang dilakukan oleh mantan drummer band Blink 182, Travis Barker. Konon, ia menggunakan wadah MySpace.com untuk mencerca manta kekasihnya.

Agar Anda tak jadi korban gosip oleh pasangan sendiri, ada baiknya teliti sebelum akhirnya jadian. Saat dalam masa pendekatan, coba pasang ‘radar’ tinggi-tinggi. Cermati perilakunya. Apakah si dia tipe pria yang hobi obral keburukan-keburukan para mantannya? Perhatikan juga lingkungan teman-temannya. Ada baiknya sekali-sekali ikut hangout bersama mereka. Lalu jika si dia punya halaman blog di internet, segera buka dan baca isinya. Bila ia senang bercerita tentang hubungan cintanya di masa lalu, lebih baik Anda perlahan mundur. Pria yang gemar memaparkan kehidupan seksnya bisa dibilang egois, senang jadi pusat perhatian, atau justru mereka merasa tak aman dan butuh pengakuan dari reman se-gangnya. Tapi apa pun alasannya, tindakan itu tetap tidak baik!

Namun jika Anda sudah terlanjur punya pacar yang tidak bisa ‘menutup’ mulutnya, jangan langsung sedih. Beri si dia pengertian, apa saja hal-hal yang boleh dan pantang disebar luaskan ke publik. Cari tahu siapa sahabat yang jadi curahan hatinya. Pastikan orang itu bukan Howard Stern!!

Rambutku,,

Beberapa hari yang lalu saya ke salon untuk hair spa. Kebetulan saya ke salon yang sebelumnya belum pernah saya datangi. Tapi karena tempatnya bagus dan khusus untuk wanita, saya pengen nyoba di sana. Sampai di sana saya disambut anak kecil umur 3 tahun yang luar biasa cakepnya. Setelah ngobrol-ngobrol dengan si Revan – anak kecil cakep itu, si pemilik salon, sebut saja mbak L, mempersilakan masuk. Si Revan ternyata anak temannya mbak L. saya dipersilakan untuk ganti kemben sebelum di hair spa. Setelah rambut saya di cuci, pas udah mau di hair spa, si mbak L bilang “Mbak, nggak pernah potong rambut ya? Ni bawah rambutnya banyak yang bercabang dan pecah-pecah, di trim aja ya, dirapiin rambutnya biar wajahnya keliatan kurus.” Karena tergiur tawaran mbak L, saya mau aja di trim. Akhirnya mulai lah rambut saya di trim, potong sana potong sini, oops tunggu dulu, mbak L bukan hanya nge-trim rambut saya, tapi juga motong rambut saya lumayan banyak!! Padahal saya susah payah manjangin rambut selama 2 tahun sampai sepanjang sekarang dan baru di trim sekali. Tapi saya udah nggak bisa protes, karena saya emang males berdebat sama orang.

Selesai rambut saya dipotong, mbak Y – kapster, mulai meng-hair spa rambut saya. Beberapa menit kemudian mbak L datang dan menawarkan parfum import (bibit parfum import), dia mulai menyemprotkan parfum-parfum yang ada ke tangan saya. Saya diam saja, ya lumayan tangan saya jadi wangi tanpa harus beli parfum. Dia bilang kalau beli parfum dia harus pesan dulu soalnya antri, dan yang beli selalu pada beli 5-6 botol sekaligus. Beberapa menit kemudian mbak L mendatangi saya lagi dan menawarkan scrub untuk tangan dan badan, mbak L juga sempat mengujicobakan pada tangan kiri saya, karena saya memang lagi pengen dipijat saya akhirnya mengambil tawaran itu. Yah lumayan enak lah.

Sewaktu rambut saya di blow, saya kaget ternyata rambut saya jadi pendek. Saya jadi menyesal setengah mati, memang potongan rambut saya yang baru bagus dan membuat wajah saya jadi fresh dan terlihat kurus, tapi kalau sependek ini, saya jadi sedih. Saya sih nggak masalah tapi si Mas bakal sedih banget. Soalnya si Mas lah yang selama ini suka banget sama rambut saya yang panjang, dia bahkan rela ngasih duit bulanan buat nambahin biaya perawatan rambut saya. Dan memang begitu saya sms si Mas, si Mas jadi super kecewa karena sudah mengijinkan rambut saya di trim. Yah tapi mau gimana lagi, nasi sudah menjadi bubur.

Begitu selesai nge-blow, si mbak L lagi-lagi mengomentari warna rambut saya yang kata dia kusam, warnanya nggak keliatan, dan nggak cocok dengan warna kulit saya. Dia mulai menawarkan untuk cat rambut di salon dia dan bilang kalau di salon dia pasti hasil catnya lebih bagus. Padahal saya ngecat rambut di sebuah salon ternama (JA) yang ada di mall, dengan cat rambut yang merk nya sama dengan yang mbak L tawarkan ke saya. Dia nanya harga ngecat rambut saya di salon JA, saya bilang lumayan mahal karena saya harus ngeluarin duit sekitar 200rban lebih. Mbak L nggak mau kalah, katanya itu murah, dan kemungkinan saya dikasih cat rambut merk yang murah karena kalau ditempat mbak L buat ngecat rambut saya habisnya sekitar 300rban. Huffhh.. capek deh..

Sejak hari itu saya berjanji itu pertama kali dan terakhir kalinya saya ke salonnya mbak L. Si Mas juga udah wanti-wanti saya untuk nggak datang lagi ke salonnya mbak L.

Gaya Pacaran Seleb

CINLOK

Ketemu di lokasi syuting atau duet bareng kemudian jadian, adalah ‘lagu lama’ yang sering banget terjadi di kalangan para seleb. Ditambah lagi, jenis fim yang bertema cinta dan kebetulan skenario mengharuskan mereka menjadi sepasang kekasih. Nggak heran kalau akhirnya jadi suka beneran.

The Stars Ryan Gosling akhirnya pacaran dengan Rachel McAdams, dipertemukan di set film The Notebook yang super romantis.

Menurut Saya Cinlok sama sekali bukan masalah, tapi seharusnya untuk sampai di tahap jadian, kamu harus yakin dulu apakah si dia benar-benar pas buat kamu untuk jangka waktu yang lama. Soalnya, biasanya di depan memang yang selalu tampak ‘manis-manisnya’ dulu. Nggak heran juga kalau beberapa cinlok ada yang bertahan hanya seumur jagung.

DATING THE LEGEND

Berikut kunci jitu untuk masuk ke kalangan seleb high class dan mendongkrak popularitas: pacaran atau menikahlah dengan seorang seleb yang melegenda. Yup, nama kamu bakal ikutan terangkat. Karena, meskipun sama-sama seleb, tapi tingkat popularitas pastinya berbeda. Bahkan ada fenomena orang biasa yang akhirnya jadi tenar karena mengaku-ngaku punya hubungan dengan seorang seleb. Nice try, huh!

The Stars Catherine Zeta Jones yang menikah dengan aktor legendaris Michael Douglas. The King of Pop, Michael Jackson yang menikahi Lisa Marie Presley, cucu mendiang Elvis Presley – meskipun usia pernikahan mereka hanya sebentar dan banyak yang mengira pernikahan itu hanyalah skenario belaka.

Menurut Saya Kalau kamu tiba-tiba ditaksir sama bintang kampus yang jadi idola cewek-cewek , berarti kamu siap-siap ikutan jadi popular. Tapi, bedakan dengan dunia glamor selebriti yang sebagian besar fake, ayo jujur, apakah tujuan kamu pacaran sama Mr. Popular itu murni karena suka atau hanya numpang beken?

STYLISH COUPLE

Di depan publik, mereka selalu tampil serasi dan super stylish. Pokoknya di mana pun kamera mengintai, mereka harus selalu dalam keadaan sophisticated, pakai baju branded, dan tampil di berbagai acara sosial.

The Stars Posh and Becks alias Victoria dan David Beckham, pasangan yang meskipun sudah punya tiga anak tapi tetap dijadikan kiblat fashion.

Menurut Saya Memang nggak ada salahnya kalau kamu dan si dia tampil serasi dan didukung sama barang-barang branded. Tapi, kalau biar dicap keren kamu harus merengek-rengek tujuh hari tujuh malam sama ortu demi dibelikan gaun hasil perancang terkenal, itu sih namanya maksa!

FAMILY TIES

Mengadopsi anak belakangan jadi tren baru di kalangan seeb Hollywood. Yup, tiba-tiba saja muncul ‘keluarga baru’ bagi para seleb ini. Mereka pun siap-sedia dipotret paparazzi sedang mendorong stroller berisi bayi lucu.

The Stars Angelina Jolie adalah seleb yang mempopulerkan fenomena ini. Seleb lokal juga nggak kalah lho, lihat saja Ratu Felisha yang mengadopsi satu orang anak cewek.

Menurut Saya Urusan adopsi-mengadopsi anak ini bukan main-main dan merupaka urusan yang serius. Jadi, kalau kamu berniat untuk lucu-lucuan, lupakan saja! Alternatifnya, kamu dan si dia bisa mengadopsi anak anjing yang lucu.

AGE DOESN’T MATTER

Beda usia yang mencolok sama sekali nggak jadi masalah. Bahkan, bagi sebagian kalangan, hubungan mereka dinilai bertujuan untuk saling mendongkrak popularitas satu sama lain. Tapi, sebagian dari mereka berhasil menepis tuduhan itu.

The Stars Ashton Kutcher dan Demi Moore yangbeda 15 tahun, Calista Flockhart dan Harrison Ford yang beda 23 tahun, Tom Cruise dan Katie Holmes yang beda 16 tahun.

Menurut Saya Bagi beberapa orang, umur bukan tolak ukur kecocokan. Pendapat ini sah-sah saja, tapi kalau kamu sudah memutuskan untuk pacaran dengan seseorang yang berbeda usia jauh, siap-siap dengan omongan pedas yang mungkin timbul!

I’M MARRIED!

Britney Spears sempat menghebohkan dunia dengan pernikahannya dengan Keven Federline a.k.a K-Fed, setelah sebelumnya Britney tercatat menikah singkat dengan teman masa kecilnya. Nggak jadi masalah kalau pernikahan itu bertujuan untuk serius. Tapi akhirnya Britney sempat stres dan akhirnya bercerai. Kesimpulannya, pernikahan itu cuma buat sensasi saja.

The Stars Britney Spears, of course. Juga Avril Lavigne yang mengaku setelah menikah kariernya sebagai penyanyi nggak bakal terganggu.

Menurut Saya Urusan ini sama sekali bukan main-main, apalagi di negara yang masih sarat dengan norma ketimuran. Jadi, cukup para seleb Hollywood saja, deh, yang playing with marriage.

THE PDA COUPLE

Namanya juga seleb yang selalu diintai paparazzi, sekali mereka tampil di depan umum dengan wajah cemberut dan saling jutek, bakal jadi headline di tabloid keesokan harinya. Jadi, acting nice and shows some PDA is totally recommended!

The Stars Ketika Tom Cruise yang melamar Katie Holmes di menara Eiffel, Paris, seluruh dunia tahu. Bahkan, foto-foto mereka di berbagai majalah dan tabloid gosip menunjukkan pose yang super mesra.

Menurut Saya PDA sesekali it’s ok. Tapi PDA untuk menunjukkan bahwa hubungan kamu sama si dia nggak apa-apa dan hanya ingin bikin iri seperti para seleb yang berakting mesra di depan publik (padahal siapa yang tahu sebenarnya) cuma bikin kamu capek!

NICKNAME!

Biar lebih seru dan lucu, buat nickname gabungan antara kamu dan dia. Tapi, sebenarnya sih, asal mula nama-nama beken seleb yang catchy itu buatan para pemburu berita yang selalu mengintai perkembangan mereka setiap saat.

The Stars TomKat alias Tom Cruise dan Katie Holmes, Brangelina alias Brad Pitt dan Angelina Jolie, Bennifer alias Ben Affleck dan Jennifer Garner, Vaughniston alias Vince Vaughn dan Jennifer Aniston.

Menurut Saya Keren juga nih, buat ditiru! Coba pikirkan apa gabungan nama yang tepat untuk nickname kamu dan dia.

PRIVATE VIDEO

Merekam privat video atau foto-foto adegan mesra sekarang banyak banget dilakukan seiring dengan kemajuan dan kemudah teknologi. Nggak heran kemudian menjamur fenomena tersebarnya video dan foto pribadi lewat internet, ponsel, dan lain-lain.

The Stars Paris Hilton pernah bikin dunia tercengang lewat videonya bersama sang mantan pacar, Rick Solomon.

Menurut Saya Nah, yang ini bener-bener nggak boleh kamu tiru. Tahu sendiri kan, efek yang muncul nggak ada yang positif. Di sini juga sempat muncul beberapa kasus serupa, yang bukan seleb pun kena getahnya.

“Penyiksaan”

Beberapa bulan belakangan saya punya kegiatan yang lumayan bikin saya pusing dan jadi malas mengerjakan kegiatan saya yang lain. Kegiatan saya itu yaitu mengerjakan Tugas Akhir atau bahasa bakunya Skripsi. Dalam sehari si Mas mewajibkan saya belajar minimal 3 jam, nggak boleh kurang. Awalnya (bahkan sampai sekarang), saya suka ngomel dalam hati kenapa si Mas tega menyiksa saya seperti itu. Bagi saya 3 jam belajar adalah sebuah penyiksaan luar biasa. Karena saya selalu nggak konsen belajar saat hati saya sedang tidak mood untuk belajar. Tapi kalau saya sedang mood dan semangat-semangatnya belajar saya sanggup lebih dari 3 jam harus menghadapi laptop.

Bulan kedua – memasuki ketiga, penyiksaan itu mulai kelihatan hasilnya. Tugas Akhir saya sudah 80% selesai. Mau nggak mau untuk kesekian kalinya saya harus mengakui kalau penyiksaan Mas lebih banyak memberikan keuntungan pada akhirnya (sebelumnya penyiksaan terjadi selama saya kuliah, si Mas mengharuskan saya mengerjakan tugas, bisa atau nggak bisa harus dikumpul). Dan untuk kesekian kalinya saya harus berterimakasih sama si Mas. Kalau nggak ada si Mas, mungkin saya sampai sekarang belum ngambil Tugas Akhir dan masih keteteran ngulang. Walau dengan IP yang kurang memuaskan, Insyaallah kalau lulus, saya bakal lulus tepat 4 tahun. Ini semua berkat si Mas. Thanx yo, Mas!

Saya nggak tahu juga sebenarnya cara ini efektif nggak buat yang lain. Karena kalau nggak tahan banting seperti saya, mungkin Tugas Akhirnya nggak bakal selesai juga, yang ada malah bertengkar nggak selesai-selesai. Untungnya, walaupun saya juga suka perang dengan si Mas, paling 1-2 hari kita pasti baikan.

Saya jadi ingat sewaktu saya SD, wali kelas saya dulu namanya Pak Tumanggor, kebetulan beliau adalah guru baru pindahan dari Sumatra Utara. Beliau wali kelas saya dari kelas 5 sampai kelas 6. Selama 2 tahun menjadi murid beliau, jujur saya merasa tersiksa dan selalu jadi malas sekolah. Bayangkan saja, banyak sekali peraturan yang harus saya ikuti. Antara lain, harus mengerjakan pe-er dan dikumpulkan besoknya nggak peduli kalau besok itu nggak ada mata pelajaran pe-er tersebut kalau lupa bawa pe-er siswa wajib menulis “Saya tidak akan lupa mengerjakan pr lagi” sebanyak 1 buku!! Sepanjang jam pelajaran, bagi siswa yang ulangan, latihan, dan pe-ernya dapat nilai di bawah 50 maka siswa yang nilainya di atas 50 berhak menarik rambut di dekat telinga sekuat-kuatnya (kalau perlu sampai tercabut), setiap hari ada saja yang namanya tugas menghapal, mulai dari menghapal perkalian, pembagian, undang-undang, ayat-ayat dsb. Itu semua penyiksaan yang masih saya ingat, seingat saya masih banyak lagi penyiksaan-penyiksaan yang lain.

Selama 2 tahun saya bertahan lho, bahkan saya jadi murid kesayangan Pak Tumanggor, saya sering dapat rangking yang lumayan bagus, saya juga dekat sekali dengan beliau (bahkan saking dekatnya saya sempat dituduh teman – yang sampai hari ini saya belum tahu siapa orangnya, kalau saya nyogok dan cari muka Pak Tumanggor). Kalau saya pikir-pikir, walaupun menurut sebagian orang cara itu dianggap melewati batas, bagi saya justru itu membantu saya sekali, buktinya saya jadi pintar waktu itu (saya sempat dikirim untuk mewakili sekolah untuk kompetisi Murid Teladan, tapi nggak lolos sih). Dan teman-teman saya juga banyak sekali yang pintar karena cara mengajar beliau yang tegas dan agak kejam itu. Bukti lainnya juga bahwa dengan cara yang seperti itu, siswa-siswa jadi hormat sama gurunya dan nggak kurang ajar.

Tapi sekarang saya lihat di tayangan berita di televisi, banyak orang tua yang tidak terima dengan cara guru mendisiplinkan siswa. Saya juga nggak setuju sih kalau dengan cara kekerasan yang sampai keterlaluan. Tapi saya lebih nggak setuju lagi dengan siswa sekolah sekarang yang kebanyakan manja. Dan baru dibentak sama gurunya langsung lapor orang tua dan ujung-ujungnya sang guru dilaporkan ke pihak kepolisian. Padahal belum tentu juga sang guru salah, bisa saja karena siswanya sudah kelewat ndablek dan kurang ajar, makanya sang guru yang udah nggak tahan akhirnya membentak sang siswa. Saya tahu kalau guru selalu dianggap panutan dan harus mencontohkan yang baik-baik saja ke siswa, tapi guru juga punya batas kesabaran. Sudah gajinya dikit (anggota DPR yang selalu naikin gaji, lihat dong banyak guru-guru, guru honorer yang harus kerja keras tapi gajinya nggak naik-naik), siswa pada nakal-nakal dan pada kurang diajar.

Intinya kadang-kadang ‘penyiksaan’, ‘kekerasan’, disiplin kalau tidak kelewat batas bisa membuat semuanya jadi lebih baik. Kalau semua manusia nggak ada yang ngatur, nggak ada yang mendisiplinkan, kehidupan ini bakal kacau balau.

Ketimpangan Sosial

Di Plaza Indonesia

Beberapa hari yang lalu saya ke Jakarta. Si Mas ngajakin saya jalan-jalan ke mall-mall di Jakarta (maklum nggak pernah), antara lain ke Citraland, Mall Taman Anggrek, Plaza Indonesia, Grand Indonesia. Pas masuk ke Citraland sih saya biasa-biasa aja karena sama saja seperti mall di Jogjakarta kecuali karena dimana-mana isinya warga keturunan Tioghoa. Begitu masuk ke Plaza Indonesia, busyet.. kelihatan banget kampungannya saya. Kalau digambarkan seperti rakyat jelata yang masuk ke dalam istana. Guede banget dan serba mewah, sampai-sampai sepertinya nggak ada gerai yang bermerk lokal di sana. Hufhhh, saya kaget dan kagum, tapi miris juga. Kaget karena apa benar orang Jakarta memang pada berlimpah duit (saya sampai membayangkan kerja apa ya untuk bisa belanja di mall sekelas ini, pasti kalau nggak artis yang pengusaha dan pejabat), kedua saya kagum karena bagusnya Plaza Indonesia. Ketiga saya miris karena kalau ngeliat begitu megahnya Plaza Indonesia dan harga-harga barang-barang di gerai-gerai internasional itu nggak sebanding dengan rakyat Indonesia yang kurang mampu dan untuk makan aja susah. Padahal kalau dihitung-hitung buat para orang kaya yang belanja di sana bisa untuk membiayai makan beberapa orang sekaligus. Saya jadi sedih. Gimana nggak, di Indonesia, orang yang kaya, tambah kaya dan berlimpah harta saja, sedangkan yang menengah ke bawah tambah terpuruk, apalagi BBM benar-benar mau dinaikkan 30%. Dan yang paling saya miriskan adalah kelakuan anggota DPR yang semakin menjadi-jadi. Kalau saya pikir ini sudah mendarah daging, jadi pasti susah untuk diberantas.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!