Dari kecil saya suka mendengarkan lagu dan suka banget menyanyi. Dulu saya selalu mengkoleksi kaset-kaset artis cilik seperti, Trio Kwek Kwek, Chikita Meidy, Saskia dan Geofani, Joshua, Agnes Monica dsb (kebetulan saya memang kurang lebih seangkatan mereka). Sekitar SD saya sudah biasa mendengarkan musik orang dewasa di MTV. Walaupun waktu seumur segitu, tayangan di MTV terlalu vulgar tapi saya nggak bisa melalui hari saya tanpa MTV. Saya lumayan tahu musik-musik luar jaman itu, Cuma payahnya saya seringnya cuma tahu lagunya dan nggak tahu siapa penyanyinya (maklum anak-anak).
Chapter 1 Pas kelas 6 SD, mulailah jaman boyband bermunculan, mulai dari Take That, Boyzone, Backstreet Boys, dan Spoce Girls. Wah dulu semua abg seperti saya tergila-gila sama mereka. Mulai dari beli kaset, cari majalah yang ada artikel tentang mereka, cari pin up dan poster-poster mereka, dan gila-gilaan menempeli dinding kamar dengan poster-poster mereka. Dulu saya sempat ngefans berat sama Backstreet Boys, terlebih karena ngelihat cakepnya Nick Carter (sekarang juga masih cakep banget!!). Saya hapal banget sama lagu-lagunya dan selalu berteriak heboh kalau ada video klipnya di TV.
Chapter 2 Pas kelas 1 SMP, saya beralih ngefans banget sama Westlife karena waktu itu Backstreet Boys sudah telalu banyak yang ngefans. Saya termasuk kategori orang yang suka sama band atau penyanyi bagus yang nggak pasaran dan orisinil. Dulu saya pertama kali suka sama Westlife jaman mereka belum terlalu terkenal. Saya sampai rela keluar duit buat beli kaset dan vcd asli mereka. Hiks padahal jaman segitu jelas uang jajan saya nggak cukup buat beli-beli kayak gitu jadi terpaksa deh saya nabung dan minta tambahan uang dari orang tua. Saya juga memantau perkembangan mereka lewat majalah dsb. Selain itu muncul juga Britney Spears yang langsung menarik perhatian saya. Wah bagi saya dulu Britney bener-bener kere abis dah. Udah cantik, nggak seronok, suara bagus, dan dance nya juga bagus. Lagu-lagunya juga asyik banget buat didengerin. Langsung deh saya mengkoleksi kaset-kasetnya dan segala pernak-pernik tentang Britney. Selain itu juga bermunculan banyak the next Britney, misal Christina Aguilera. Untuk penyanyi atau band lokal waktu itu saya juga lumayan ngefans sama Sheila On Seven, jaman dulu lagu-lagu mereka itu pas banget buat masa-masa puber yang seumuran saya. Saya juga sempat nonton konser mereka yang pertama di Banjarmasin (tapi sial banget karena ngantri dari pagi dan saya cuma sempat makan mie goreng doank walhasil saya pingsan di sana, masih mending kalau Cuma pingsan, habis itu saya ditinggal sama teman-teman saya dan terpaksa pulang minta jemput sama kakaknya teman saya). Tapi tingkat ngefans-an saya sama Sheila On Seven cuma seujung jari, karena habis itu banyak banget band lokal yang merajai pasar musik kayak Padi, Jikustik, Cokelat dsb.
Chapter 3 Akhirnya ke ngefans-an saya sama Westlife juga berakhir seiring dengan semakin terkenalnya mereka di dunia ini, dan kelakuan mereka yang semakin aneh-aneh. Dan semakin bertambah umur, saya juga semakin bertambah dewasa memilih musik yang saya suka. Selanjutnya nggak ada penyanyi atau band yang benar-benar saya suka karena rata-rata juga sama aja. Semakin banyak penyanyi dan band yang identik. Lagian saya juga kehilangan beberapa memori saya antara kelas 3 SMP ā 2 SMA an. Banyak yang saya lupa, bahkan saya banyak nggak ingat teman sekolah dan guru yang mengajar saya (Iām sorry!!)
Chapter 4 Kelas 3 SMA saya suka sama pendatang baru The Rain dan Ratu. Kebetulan waktu itu lagu-lagu The Rain banyak yang menyentuh hati, makanya saya jadi suka. Saya suka lirik-liriknya yang banyak sesuai dengan kehidupan saya. Saya juga langsung jatuh cinta sama Ratu karena waktu itu setahu saya belum ada duo perempuan seperti mereka dan suaranya Pinkan itu lho orisinil banget. Tapi seperti biasanya kesukaan saya pada mereka menguap begitu saja karena lagu-lagunya yang membosankan kalau sering didengerin.
Chapter 5 Pas kuliah kesukaan saya terhadap musik berubah banget. Saya suka banget sama Simple Plan. Saya juga nggak ingat kenapa saya tiba-tiba suka sama Simple Plan. Pokonya saya jadi suka aja. Dan saya sukanya telat karena mereka sudah punya album sejak saya masih SMA tapi saya baru tahunya waktu sudah kuliah. Dan mulai sejak itu saya juga jadi punya jiwa berontak. Termasuk dalam hal dandanan. Saya jadi suka yang gayanya punk dsb. (Gara-gara ini saya juga akhirnya memutuskan untuk piercing!! Di telinga, hidung, juga lidah).
Chapter 6 Simple Plan mulai hilang dari industri musik. Bahkan jarak album kedua mereka dan ketiga mereka lumayan jauh banget. Saya juga jadi nggak mengikuti perkembangan mereka lagi. Sekitar semester 7 ā 8 saya tergila-gila sama My Chemical Romance. Sebenarnya sudah dari SMA saya suka banget sama My Chemical Romance. Tapi baru akhir-akhir ini yang tegila-gila banget. Dan kebetulan banget pas saya lagi tergila-gilanya sama My Chemical Romance, tanggal 31 Januari 2008, mereka manggung di Jakarta dalam formasi lengkap. Mendadak banget pokoknya. Bahkan saya benar-benar lagi nggak punya duit buat beli tiket yang harganya 500rb untuk festival, dan juga ongkos kereta pulang pergi. Terpaksa lah saya pinjam duit si Mas (kata si Mas saya punya bakat ngutang saking seringnya ngutang sama dia!!) Saya juga sempat mentato tangan saya (temporary tatto) dengan tulisan My Chemical Romance. Demi kecintaan saya terhadap My Chemical Romance, saya akhirnya pergi ke Jakarta untuk pertama kalinya dalam hidup saya (saya jadi terharu). Dan konser itu totally mengesankan. Gila abis!! Keren buangggeeedddhhh dah! (Cerita selengkapnya ada di blog si Mas) Nggak akan terlupakan seumur hidup saya. Setelah konser pun saya masih seperti mimpi, karena ini impian saya yang jadi kenyataan. Dan 500rb nggak terbuang sia-sia. Saya cinta mati dah sama My Chemical Romance.
Belum Ada Tanggapan
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar
