Ketimpangan Sosial

Di Plaza Indonesia

Beberapa hari yang lalu saya ke Jakarta. Si Mas ngajakin saya jalan-jalan ke mall-mall di Jakarta (maklum nggak pernah), antara lain ke Citraland, Mall Taman Anggrek, Plaza Indonesia, Grand Indonesia. Pas masuk ke Citraland sih saya biasa-biasa aja karena sama saja seperti mall di Jogjakarta kecuali karena dimana-mana isinya warga keturunan Tioghoa. Begitu masuk ke Plaza Indonesia, busyet.. kelihatan banget kampungannya saya. Kalau digambarkan seperti rakyat jelata yang masuk ke dalam istana. Guede banget dan serba mewah, sampai-sampai sepertinya nggak ada gerai yang bermerk lokal di sana. Hufhhh, saya kaget dan kagum, tapi miris juga. Kaget karena apa benar orang Jakarta memang pada berlimpah duit (saya sampai membayangkan kerja apa ya untuk bisa belanja di mall sekelas ini, pasti kalau nggak artis yang pengusaha dan pejabat), kedua saya kagum karena bagusnya Plaza Indonesia. Ketiga saya miris karena kalau ngeliat begitu megahnya Plaza Indonesia dan harga-harga barang-barang di gerai-gerai internasional itu nggak sebanding dengan rakyat Indonesia yang kurang mampu dan untuk makan aja susah. Padahal kalau dihitung-hitung buat para orang kaya yang belanja di sana bisa untuk membiayai makan beberapa orang sekaligus. Saya jadi sedih. Gimana nggak, di Indonesia, orang yang kaya, tambah kaya dan berlimpah harta saja, sedangkan yang menengah ke bawah tambah terpuruk, apalagi BBM benar-benar mau dinaikkan 30%. Dan yang paling saya miriskan adalah kelakuan anggota DPR yang semakin menjadi-jadi. Kalau saya pikir ini sudah mendarah daging, jadi pasti susah untuk diberantas.

Belum Ada Tanggapan

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar